Yuk, Kenali Kelebihan dan Kekurangan Atap Sirap!

Atap sirap atau genteng sirap adalah tipe atap yang terkenal untuk design seni yang tinggi. Genteng atap sirap mempunyai nilai artistik tertentu untuk beberapa penggemar rumah unik. Oleh sebab itu pada artikel ini kita akan mengulas mengenai atap yang berbahan sirap yang digunakan untuk design serta rencana pembangunan rumah modern, atap perumahan modern, gedung mewah, atau gazebo taman. Langsung saja kita akan mengulas mengenai segala keterkaitan dan kelebihan serta kekurangan genteng atau atap sirap.

Atap sirap

Atap sirap atau dikatakan atap kayu ulin ialah salah satu tipe bahan pembuat atap yang sangat terkenal serta mempunyai kualitas yang bagus. Genteng atap sirap ini di masyarakat atau di golongan pembangun serta desainer rumah seringkali dikatakan dengan panggilan atap kayu ulin atau atap kayu besi (sebab dibuat dari kayu ulin atau kayu besi), ada juga yang mengatakan dengan atap kayu bulian. Tipe kayu ini sering terdapat di Pulau Kalimantan serta adalah tipe kayu unggulan sebab kayu itu mempunyai kualitas yang tinggi. Kayu ulin mempunyai ketahanan yang sangat baik pada perkembangan temperatur, perkembangan cuaca, kelembapan, serta mempunyai ketahanan dari serangga.

Dengan pembelian paket genteng atap sirap atau atap kayu ulin ini umumnya diberikan beberapa pilihan. Pilihan tipe atap sirap atau atap kayu ulin berdasarkan bentuk serta ketebalannya, yaitu ketebalan 1 s/d 2 mm dan 4 s/d 5 mm. Panjang di antara 58-60 cm dan Lebar sekitar 8 cm. Umumnya dipasarkan dalam ikatan. Semua spesifikasi di atas bergantung model dan bentuk atap kayu sirap.

Jenis-jenis atap sirap sangatlah beragam. Umumnya atap sirap ini berupa panjang kerucut. Disamping itu ada juga atap sirap atau atap kayu ulin yang berupa persegi panjang. Warnanya beragam, tetapi genteng sirap yang sangat terkenal ialah yang berwarna cokelat tua dan abu-abu tua. Meski begitu, memang ada pula alternatif lain yakni yang berwarna merah atau cokelat kekuningan.

Tehnik penempatan atap sirap tidak sama dengan tehnik penempatan atap yang berbentuk genteng dan semacamnya. Penempatan atap sirap membutuhkan tenaga-tenaga pakar dibidangnya dan perlengkapan yang layak. Penempatan tipe atap ini membutuhkan fokus tinggi dari beberapa tukang, serta tentu saja kepala teknisi yang memiliki pengalaman serta bertanggungjawab.

Kesalahan penempatan atap sirap dengan teori serta tehnik di atas lapangan, dapat membuatnya gampang bocor. Penempatan atap sirap yang dengan teori pas serta dengan cara tehnis ditangani secara benar oleh tenaga yang profesional, maka mampu membuahkan atap yang kukuh luar biasa, rapi, serta aman dari terjangan derasnya air hujan sampai berpuluh-puluh tahun. Serta, bila penempatannya pas, akan begitu tahan pada guncangan gempa sekalipun.

Dengan singkat kelebihan dan kekurangan atap sirap atau atap kayu ulin ialah seperti berikut.

Kelebihan atap sirap :

  • Atap sirap mempunyai kelebihan dari bagian bentuk fisik. Tiap lembar sirap mempunyai warna, lebar, ketebalan serta potongan yang unik hingga nampak alami.
  • Atap Sirap membuat rumah terasa sejuk sebab karakternya yang alami.
  • Atap sirap yang memiliki bahan kayu ulin condong awet.
  • Atap sirap kuat namun mudah.

Kekurangan atap sirap :

  • Bahan genteng atap sirap sulit didapatkan.
  • Biaya genteng atap sirap condong lebih mahal.
  • Penempatannya semakin sulit jika dibandingkan tipe genteng keramik atau genteng beton
  • Perawatan genteng atap sirap harus teratur

 

Baca juga : Harga Atap Sirap

 

Demikian penjelasan mengenai kekurangan serta kelebihan genteng atap sirap atau genteng kayu ulin. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *